Cara Membuat Deskripsi Pengetahuan dan Ketrampilan FISIKA

Contoh Fisika

Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global,. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam  namun kurang menguasai Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar, Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Dinamika Rotasi dan Keseimbangan Benda Tegar Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan hubungan antara  suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup namun kurang menguasai . Perlu lebih tekun dalam memahami
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan hubungan antara  suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam  namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli namun kurang menguasai Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup, Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam  namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan Percobaan Titik Berat Benda Homogen, Menerapkan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli, Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup, Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan Percobaan Titik Berat Benda Homogen namun kurang menguasai Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup. Perlu lebih tekun dalam memahami Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan hubungan antara  suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Melakukan Percobaan Titik Berat Benda Homogen. Perlu lebih tekun dalam memahami Melakukan Percobaan Titik Berat Benda Homogen
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli, Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Menerapkan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli, Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup, Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Menerapkan Asas Kontinuitas dan Asas Bernoulli Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam  namun kurang menguasai Fluida Dinamis. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Menerapkan hubungan antara  suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup, Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Teori Kinetik Gas,. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Teori Kinetik Gas Baik, sudah terampil dalam sebagian besar kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup. Perlu lebih tekun dalam memahami Menerapkan hubungan antara suhu, volume , dan tekanan gas dalam ruang tertutup
Baik, sudah memiliki seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Pemanasan Global namun kurang menguasai Fluida Dinamis, Gelombang Mekanik. Perlu meningkatkan pemahaman tentang Fluida Dinamis Gelombang Mekanik Baik, sudah terampil dalam seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam Melakukan eksperimen pemantulan, pembiasan, difraksi, dan interferensi gelombang namun kurang menguasai Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global. Perlu lebih tekun dalam memahami Mengamati Perubahan Dampak Pemanasan Global
P Kompetensi dasar ( KD ) Keseimbangan dan dinamika rotasi mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
 K Kompetensi dasar ( KD ) Menentukan titik berat dan keseimbangan benda tegar mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
P Kompetensi dasar ( KD ) Fluida Dinamis mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
 K Kompetensi dasar ( KD ) Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
P Kompetensi dasar ( KD ) Teori Kinetik Gas mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
 K Kompetensi dasar ( KD ) Menjelaskan karakteristik gas pada ruang tertutup mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
P Kompetensi dasar ( KD ) Pemanasan Global mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.
 K Kompetensi dasar ( KD ) Pemecahan masalah pemansan global mendapat nilai tertinggi, sedangkan KD lainnya harus lebih giat lagi belajarnya.

Contoh Pengetahuan  Matematika

Deskripsi berisi kompetensi yang sangat baik dikuasai oleh peserta didik dan/atau
kompetensi yang masih perlu ditingkatkan. Pada nilai diatas yang kuasai peserta
didikadalah KD 3.4 dan yang perlu ditingkatkan pada KD 3.2.
Contoh deskripsi: “Memiliki kemampuan mendeskripsikan operasi aritmetika pada fungsi,
namun perlu peningkatan pemahaman masalah kontekstual menggunakan konsep sistem
persamaan linear tiga variabel”

 

Contoh Ketrampilan Seni Budaya

Nilai rapor keterampilan dilengkapi deskripsi singkat kompetensi yang menonjol
berdasarkan pencapaian KD pada KI-4 selama satu semester.
Deskripsi nilai keterampilan diatas adalah: “Memiliki keterampilan meragakan ragam
gerak tari sesuai dengan iringan”

PERMEN 53  2015 3. Panduan Penilaian Untuk SMA Final171215

Advertisements

Contoh Deskripsi Isi Raport

Pengetahuan :  Kompetensi Dasar  Memahami sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI. , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Ketrampilan : Kompetensi Dasar  Menyaji hasil telaah sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menyaji analisis penanganan kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban sebagai warga negara , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menganalisis indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan bingkai BhinnekaTunggal Ika.  , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menyaji hasil analisis tentang indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika.  , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Memahami pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik Indonesia. , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menyaji bentuk partisipasi kewarganegara-an yang mencerminkan komitmen terhadap keutuhan nasional , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Memahami pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik Indonesia. , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .
Kompetensi Dasar  Menyaji analisis tentang pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik Indonesia , mendapatkan nilai tertinggi, sedangkan untuk KD lainnya harus lebih ditingkatkan belajarnya .

Kotak 1 pengetahuan, 2 ketrampilan dst

 

RPP Fisika Kurikulum 2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran         : Fisika

Kelas/Semester        : X/Dua

Peminatan                : MIA

Materi Pokok           : Elastisitas dan Gaya Pegas

Alokasi Waktu         : 4 x 3 JP


A. Kompetensi Inti (KI)  Download  kompetensi  INTI /dasar

KI 1  : Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.

KI 2  : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 :  Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1.1     Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya

1.2     Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor dan optik

2.1     Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi

2.2     Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan

3.6    Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari hari

Indikator:

  • Menjelaskan karakteristik benda elastis dan tidak elastis
  • Menentukan tegangan, regangan, dan modulus elastisitas
  • Menentukan konstanta pegas melalui percobaan Hukum Hooke
  • Menyimpulkan percobaan Hukum Hooke
  • Menentukan konstanta pegas susunan seri dan susunan paralel
  • Menyimpulkan percobaan susunan seri dan susunan paralel pegas

4.6     Mengolah dan menganalisis hasil percobaan tentang sifat elastisitas suatu bahan

Indikator:

  • Melakukan percobaan Hukum Hooke
  • Mengolah dan menyajikan data percobaan hukum Hooke
  • Menyajikan hasil percobaan hukum Hooke
  • Melakukan percobaan susunan seri dan paralel pegas
  • Mengolah dan menyajikan data percobaan susunan seri dan paralel pegas
  • Menyajikan hasil percobaan susunan seri dan paralel pegas

 

C.   Tujuan Pembelajaran

Melalui proses mencari informasi, menanya, dan berdiskusi siswa dapat memahami pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang elastisitas dan gaya pegas serta mampu membangun sikap ilmiah dan keterampilan prosedural melalui proses mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikannya dalam presentasi dan laporan tertulis

D. Materi Pembelajaran

Fakta

  • Benda  yang elastis: karet, pegas, kayu, besi, dan lain-lain
  • Benda yang tidak elastis: plastisin, pasir, dan lain-lain

Konsep

  • Pengertian elastisitas
  • Tegangan, regangan, dan modulus elastisitas
  • Konstanta pegas

Prinsip

  • Hukum Hooke
  • Susunan seri dan paralel pegas
  • Energi potensial pegas

Prosedur

  • Percobaan Hukum Hooke
  • Percobaan Susunan Pegas

 

E. Metode Pembelajaran

  • Demonstrasi
  • Eksperimen
  • Diskusi kelompok
  • Tanya jawab

 

F. Media, Alat dan Sumber Belajar

  • Media              : cetak dan elektronik (internet)
  • Alat                 : karet, neraca pegas, pegas, mistar, statif, beban.
    • Sumber Belajar: buku pegangan Fisika jilid 1, Buku Fisika Penunjang Aktivitas Peserta didik, mechanics 1 dan 2,  dan hands out

 

G. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan  Kesatu

Rincian Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

  • Merefleksi hasil kompetensi (KD) sebelumnya tentang gerak melingkar
  • Menjelaskan kaitan elastisitas dengan hukum Newton (KD sebelumnya) dan gerak getaran (KD yang akan datang)
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Bertanya dan menagih secara lisan tugas baca mencari informasi tentang elastisitas melalui berbagai sumber (buku, internet, atau modul)
  • Melaksanakan pretes tentang karakteristik benda elastis

20 menit

Kegiatan Inti

Mengamati

  • Peserta didik menyimak peragaan menarik pegas, karet, dan plastisin serta menjawab pertanyaan sifat elastis dan sifat plastis
  • Guru menilai keterampilan peserta didik mengamati

Menanya

  • Siwa mendiskusikan sifat benda elastis, batas elastisitas, pengaruh gaya terhadap benda benda elastis

Mencoba

  • Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing terdiri atas 4 orang
  • Peserta didik dalam kelompok diminta untuk menarik dua karet berbeda jenis, kemudian membandingkan kekuatannya, mana yang lebih kuat
  • Peserta didik mencermati demonstrasi percobaan. Perwakilan kelompok mencatat hasil bacaan panjang pegas/karet awal, pertambahan panjang, dan skala pegas.
  • Masing-masing kelompok diberikan dua masalah yang dapat diselesaikan dengan hukum Hooke
  • Guru menilai sikap peserta didik dalam kerja kelompok dan membimbing/menilai menilai keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan mengolah data, serta menilai kemampuan peserta didik menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah

Mengasosiasi

  • Peserta didik menyimpulkan hubungan antara perubahan panjang dengan besar gaya (skala pegas). Kegiatan dilakukan untuk pegas lain yang berbeda
  • Masing-masing kelompok berdiskusi menghitung konstanta pegas untuk kedua pegas/karet, kemudian menyimpulkan kaitan antara kuat lemahnya karet/pegas dengan besar kecilnya konstanta pegas
  • Guru membimbing/menilai kemampuan peserta didik mengolah data dan merumuskan kesimpulan

 

Mengomunikasikan

  • Perwakilan dari dua kelompok menyampaikan hasil hitungan dan kesimpulan diskusi
  • Kelompok mendiskusikan pemecahan masalah
  • Guru menilai kemampuan peserta didik berkomunikasi lisan

100 menit

Penutup

  • Bersama peserta didik menyimpulkan karakteristik benda elastis dan hukum Hooke
  • Memberikan tugas baca tentang modulus elastisitas dan susunan pegas
  • Melaksanakan postes

15 menit

 

Pertemuan Kedua

Rincian Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

  • Merefleksi hasil pretes dan postes pertemuan sebelumnya
  • Menagih dan mengingatkan tugas baca
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Melaksanakan pretes tentang modulus elastisitas dan susunan pegas

20 menit

Kegiatan Inti

Mengamati dan Menanya

  • Dua orang peserta didik dari kelompok berbeda diminta untuk memaparkan hasil tugas baca tentang stress, strain, dan modulus elastisitas

Mencoba

  • Kelompok diminta untuk mencoba menarik satu karet, kemudian menarik tiga karet yang disusun seri,dan tiga karet yang disusun paralel.
  • Setiap kelompok diberikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan elastisitas dan susunan pegas
  • Kelompok mendiskusikan pemecahan masalah modulus elastisitas dan susunan pegas seri/parallel
  • Guru menilai sikap peserta didik dalam kerja kelompok dan kemampuan menerapkan konsep dan prinsip dalam pemecahan masalah dan keterampilan mencoba instruksi kerja

Mengasosiasi

  • Kelompok mendiskusikan hasil kegiatan tentang hubungan antara susunan pegas dengan kekuatan pegas yang dirasakan
  • Dengan fasilitasi guru, peserta didik merumuskan konstanta pegas seri dan parallel
  • Guru menilai keterampilan mengolah dan menalar

Mengomunikasikan

  • Perwakilan kelompok memaparkan hasil diskusi pemecahan masalah
  • Guru menilai keterampilan menyaji dan berkomunikasi

100 menit

Penutup

  • Bersama peserta didik menyimpulkan modulus elastisitas dan susunan pegas
  • Memberikan tugas baca lembar kerja praktik yang akan datang
  • Melaksanakan postes

15 menit

 

Pertemuan Ketiga

Rincian Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

  • Merefleksi hasil pretes dan postes pertemuan sebelumnya
  • Menagih dan mengingatkan tugas baca
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran

20 menit

Kegiatan Inti

Mengamati

  • Peserta didik membaca kembali lembar kerja praktik

Menanya

  • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya tentang prosedur/langkah kerja praktik yang perlu dikonfirmasi

Mencoba

  • Peserta didik dibagi dalam kelompok, masing-masing terdiri dari 4 orang peserta didik
  • Peserta didik bekerja dalam kelompok sesuai langkah kerja dalam lembar kerja untuk mendapatkan data
  • Guru menilai keterampilan menggunakan alat, mengolah, dan menyaji data, serta kejujuran dan ketelitian dlam memperoleh data, serta kerjasama dalam kelompok

Mengasosiasi

  • Kelompok mendiskusikan penyajian dan pengolahan data serta menyiapkan bahan presentasi kelompok
  • Guru menilai kerjasama dan tanggungjawab peserta didik dalam kerja kelompok

Mengomunikasikan

  • Dua perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok
  • Guru menanggapi hasil presentasi untuk memberi penguatan pemahaman dan/atau mengklarifikasi miskonsepsi
  • Setiap peserta didik menyiapkan laporan hasil praktikum dengan perbaikan dan penyempurnaan berdasarkan hasil diskusi
  • Peserta didik menyerahkan laporan praktikum melalui email, sedangkan laporan cetaknya dikumpulkan tiga hari kemudian.
  • Guru menilai keeterampilan menyaji dan menalar, serta kesantuan dan kemampuan berkomunikasi

100 menit

Penutup

  • Bersama peserta didik menyimpulkan kembali hasil praktik dan mengingatkan pentingnya kecermatan, ketelitian, keuletan, dan kejujuran dalam memperoleh, menyajikan, mengolah, dan menganalisis data, serta pentingnya kerjasama, kolaborasi, dan komunikasi dalam kerja kelompok
  • Memberikan tugas presentasi penerapan elastisitas dalam kehidupan dan teknologi dan persiapan mengikuti tes tertulis (Ulangan harian) pada pertemuan yang akan datang

15 menit

 

Pertemuan Keempat

Rincian Kegiatan

Waktu

Pendahuluan

  • Merefleksi hasil laporan praktik yang sudah terkumpul
  • Menagih dan mengingatkan tugas baca
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran melalui presentasi

20 menit

Kegiatan Inti

Mengomunikasikan

  • Dua orang peserta didik dari kelompok berbeda yang dipilih secara acak diminta untuk mempresentasikan tugasnya
  • Peserta didik lain dari kelompok berbeda bertanya dan menanggapi presentasi
  • Satu peserta didik diminta menyampaikan refleksi pengalaman belajar tentang elastisitas
  • Guru menilai kemampuan menyaji dan menalar, serta komunikasi

60 menit

Penutup

  • Peserta didik melaksanakan tes tertulis ulangan harian
  • Memberikan tugas baca untuk pertemuan berikutnya tentang fluida

55 menit

 

Penilaian

  1. Mekanisme dan prosedur

Penilaian dilakukan dari proses dan hasil. Penilaian proses dilakukan melalui observasi kerja kelompok, kinerja presentasi, dan laporan tertulis. Sedangkan penilaian hasil dilakukan melalui tes tertulis.

  1. Aspek dan Instrumen penilaian

Instrumen observasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada aktivitas dalam kelompok, tanggungjawab, dan kerjasama.

Instrumen kinerja presentasi menggunakan lembar pengamatan dengan fokus utama pada aktivitas peran serta, kualitas visual presentasi, dan isi presentasi

Instrumen laporan praktik menggunakan rubrik penilaian dengan fokus utama pada kualitas visual, sistematika sajian data, kejujuran, dan jawaban pertanyaan.

Instrumen tes menggunakan tes tertulis uraian dan/atau pilihan ganda

  1. Contoh Instrumen (Terlampir)

Jakarta, …..  2013

Mengetahui Kepala SMA/MA ….                                                           Guru Mata Pelajaran Fisika

 

…………………………….                                                                              …………………………….

NIP.                                                                                                                      NIP.

 

Catatan Kepala Sekolah

KATA KERJA OPERASIONAL RANAH KOGNITIF KURIKULUM 2013

Mengingat
Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indeks
Memasangkan
Menamai
Manandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis
Mengerti
Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan
Mengaplikasikan
Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifiksi
Menghitung
Membangun
Mengurutkan
Membiasakan
Mencegah
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Menggali
Mengemukakan
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Memproses
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Memecahkan
Melakukan
Mentabulasi
Menganalisis
Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Memerinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Mengkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer
Mengevaluasi
Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Merangkum
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan
Mencipta
Mengabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengkombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memperjelas
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Membatas
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan
Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi
Membuat

Instalasi Moodle

Pendahuluan
Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan Moodle, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain.
Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle merupakan sebuah aplikasi Course Management System (CMS) yang gratis dapat di-download, digunakan ataupun dimodifikasi oleh siapa saja dengan lisensi secara GNU (General Public License). Aplikasi Moodle dapat diperoleh di alamat http://www.moodle.org. Saat ini Moodle sudah digunakan pada lebih dari 150.000 institusi di lebih dari 160 negara didunia.

I. Moodle

Moodle adalah suatu course content management (CMS), yang diperkenalkan pertama kali oleh Martin Dougiamas, seorang computer scientist dan educator, yang menghabiskan sebagian waktunya untuk mengembangkan sebuah learning management system di salah satu perguruan tinggi di kota Perth, Australia.
Nama Moodle memberikan suatu inspirasi bagi pengembangan e‐learning. Dari official Moodle documentation, Moodle dijelaskan sebagai berikut : The word Moodle was originally an acronym for Modular Object‐Oriented Dynamic Learning Environment, which is mostly useful to programmers and education theorists. It’s also a verb that describes the process of lazily meandering through something, doing things as it occurs to you to do them, an enjoyable tinkering that often leads to insight and creativity. As such it applies both to the way Moodle was developed, and to the way a student or teacher might approach studying or teaching an online course. Anyone who uses Moodleis a Moodler. (www.moodle.org)
Moodel merupakan sebuah CMS berbasis open source yang saat ini digunakan oleh universitas, lembaga pendidikan, K‐12 School, bisnis dan instruktur individual yang ingin menggunakan teknologi web untuk pengelolaan kursusnya (Cole, 2005). Moodle saat ini dipakai oleh lebih dari 200o organisasi pendidikan diseluruh dunia untuk mengirimkan online courses dan sebagai perangkat tambahan (supplement) bagi traditional face‐to‐face courses.
Lebih jauh, William Rice menjelaskan tentang Moodle sebagai berikut :
Moodle is a free learning management system that enables you to create powerful, flexible, and engaging online learning experiences. I use the phrase “online learning experiences” instead of “online courses” deliberately. The phrase “online course” often connotes a sequential series of web pages, some images, maybe a few animations, and a quiz put online. There might be some email or bulletin board communication between the teacher and students.However, online learning can be much more engaging than that (Rice, 2006).
Moodle tersedia secara gratis di web pada alamat (http://www.moodle.org), sehingga siapa saja dapat mendownload dan menginstalnya. Telah diterjemahkan ke dalam lebih 100 bahasa di dunia termasuk bahasa Indonesia, sehingga semakin mempermudah kita dalam mengembangkan aplikasi e‐learning.

II. Alasan Menggunakan Moodle

Ada beberapa alasan kuat, sehingga menjadikan Moodle sebagai salah satu LMS/ CMS yang populer digunakan oleh banyak institusi pendidikan, antara lain :
1. Free dan Open Source
Moodle bernaung dibawah bendera open source, sehingga dengan demikian semua orang dapat memodifikasinya sesuai dengan kebutuhan dari institusi yang menggunakannya.
Moodle disistribusikan secara gratis, sehingga tidak membutuhkan sedikitpun dana untuk membeli aplikasinya, kecuali dana yang dibutuhkan untuk membayar bandwidth yang terpakai untuk mendownload 17 MB master Moodle.
2. Ukuran kecil, kemampuan maksimal
Dengan ukuran yang kecil (sekitar 17 MB untuk versi Moodle 1.9), namun mampu mengola aktifitas kegiatan akademik dan pembelajaran hingga seukuran sebuah universitas dengan jumlah mahasiswa sekitar 50.000 orang.
3. Dilandasi oleh educational Philosophy
Moodle tidak dibangun oleh seorang computer scientist murni, tetapi berdasarkan kepada pengalaman dan latar belakang pendidikan dalam bidang ilmu pendidikan. sehingga Moodle mampu mengakomodir hampir semua kebutuhan pendidikan konvensional yang ditransfer dalam wujud online learning.
4. Mempunyai Komunitas yang besar dan saling berbagi.
Komunitas pengguna Moodle tergabung dalam suatu organisasi yang bernaung dibawah bendera http://www.moodle.org.
5. Mempunyai Komunitas yang besar dan saling berbagi.
Komunitas pengguna Moodle tergabung dalam suatu organisasi yang bernaung dibawah bendera http://www.moodle.org.

III. Instalasi Moodle

Adapun sistem pada komputer yang diperlukan yaitu:
1. Diperlukan minimum 128 MB RAM.
2. Diperlukan minimum 200 MB (free space) dari harddisk
3. Sistem Operasi Windows 98, ME, NT, 2000 dan XP.
Langkah – langkah penginstalan :
1. Mengekstrak paket Moodle (berbentuk ZIP) yang telah didownload ke drive C:
2. Sebelum menginstall Moodle, harus mengaktifkan beberapa program yang telah ada
satu paket dengan Moodle. Hal ini di lakukan agar Moodle bisa berjalan. Pertama
sekali Aktifkan “setup_xampp.bat”.
3. Jika instalasi xampp berakhir sukses, kemudian mulai aktifkan Apache 2 dengan
mengklik (double klik) “apache_start.bat”, Aktifkan juga MySQL dengan mengklik
“mysql_start.bat”. Gunakan mysql_stop.bat untuk menonaktifkan MySQL server.
Sedangkan Menonaktifkan Apache bisa dengan menutup jendela kerja Apache.
4. Mulai dengan membuka Internet Explorer dan ketiklah http://127.0.0.1 atau
http://localhost pada adress. Pada halaman pertama, terdapat pilhan bahasa yang
diinginkan. Jika anda termasuk orang yang selalu sedih membaca bahasa Inggris
karena susah mengartikannya 😉 ☺, anda dapat mengubahnya menjadi bahasa
Indonesia. Dan akan ditampilkan halaman seperti berikut :
Setelah Bahasa diubah menjadi Indonesia
5. Salah satu tahap dalam proses instalasi, akan disuruh untuk mengisi alamat web,
tempat folder Moodle berada dan dimana tempat menyimpan data. Seperti tampak
pada gambar
Moodle berada dan tempat menyimpan data
6. Anda tinggal memberi password yang mudah anda ingat, karena nama database
yang harus diisi, sudah terisi dengan sendirinya.
7. Setelah proses instalasi selesai, maka tampilan web akan seperti gambar 4. Tampak
Admin sebagai pengguna yang aktif.
8. Selanjutnya kita tinggal menambah pelajaran yang kita inginkan, membuat bahan
yang akan diajar, membuat soal – soal untuk kuis, dan hal lain sebagainya. Kita
tinggal menambah atau mengurangi apa yang telah ada.
9. Sistem Pendukung Keputusan merupakan mata kuliah yang dibuat sebagai contoh
dalam menggunakan Moodle, hal ini dikarenakan belum ada satupun pengguna yang sedang aktif untuk
mengikuti kegiatan belajar perkuliahan, termasuk juga administrator.

IV Pengaturan Pengguna( USER )

Pengaturan Kategori Pembelajaran
Agar lebih tersusun secara rapi maka setiap materi pembeljaran sebaiknya dikelompokkan menjadi kategori-kategori tertentu. Misalkan bila materi pembelajaran tersebut digunakan untuk perguruan tinggi maka sebaiknya dikelompokkan kedalam fakultas atau jurusan tertentu yang ada dalam perguruan tinggi tersebut. Sedangkan pada sekolah menengah bisa
dikelompokkan berdasarkan kelas ataupun jurusan.
Pembuatan kategori ini dapat dilakukan oleh bagian Administrator dengan menggunakan menu Courses.

Pengaturan Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran dapat ditambahkan oleh Administrator dengan masuk ke dalam menu Courses. Setiap materi pembelajaran sebaiknya dikelompokkan menurut kategori yang telah disiapkan sebelumnya.

Pengaturan Sumber Materi dan Aktifitas
Dalam setiap materi pembelajaran, baik yang berbentuk Weekly (mingguan) ataupun yang berbentuk Topics (topik) akan mempunyai bagian per minggu atau per topik, yang isi didalamnya dapat atur sesuai dengan keinginan kita.
Compose a text Page :
Pilihan ini digunakan untuk membuat materi yang hanya berisikan teks sederhana pada isi pembelajaran.
Compose a web page :
Pilihan ini digunakan untuk membuat isi materi yang lebih kompleks dalam format halaman web (HTML – Hyper Text Markup Language). Pada bentuk ini isi materi dalam ditampilkan secara WYSIWYG.
Link to a file or website :
Pilihan ini digunakan bila sumber materi pembelajaran terhubung ke file ataupun suatu halaman web yang lain.
Display a directory :
Pilihan ini digunakan bila sumber materi pembelajaran akan dihubungkan ke dalam directory / sub directory tertentu.
Add an IMS Content Package :
Dengan pilihan ini maka memungkinkan kita untuk menambahkan bentuk sumber materi dengan format IMS (Instructional Management Systems) Content Package. Format ini dikembangkan oleh Global Learning Consortium, Inc yang selama ini mengembangkan sistim pembelajaran terdisitribusi (distributed learning).
Labels :
Bentuk pilihan Labels ini sedikit berbeda dengan pilihan sumber lain sebelumnya. Karena pada bentuk ini materi teks dan gambar akandigabungkan pada materi pembelajaran. Ringkasan, isi materi dan gambar akan dijadikan satu dalam suatu bentuk yang disebut Labels.
Assignments :
Pada aktivitas ini memungkinkan seorang pengajar memberikan
penugasan kepada peserta pembelajaran. Peserta dapat
mengumpulkan hasil tugas mereka dalam berbagai format digital dan
meng-upload-nya.
Chats :
Merupakan aktivitas chatting antara pengajar dan peserta pembelajaran dalam mendiskusikan topik-topik khusus.
Choices :
Pada aktivitas ini memungkin pengajar memberikan beberapa pertanyaan dan menentukan pilihan jawabannya.
Forums :
Aktivitas ini adalah sebuah forum diskusi online yang memungkinkan terjadinya diskusi untuk membahas topik-topik khusus pada materi
pembelajaran.
Glossary :
Pada bagian ini dapat dibuat sebuah daftar kata atau istilah penting
(glossary) yang ada dalam materi pembelajaran.
Quiz :
Pada bagian ini memungkinkan pengajar membuat sebuah materi kuis, ujian atau test secara online. Bentuk kuis dapat berupa pilihan ganda, jawaban benar-salah atau jawaban singkat.

V. REFERENSI

1. http://www.moodle.org/
2. http://infotrac.galegroup.com/it web
3. http://en.wikipedia.org/wiki/moodle
4. http://search.ebscohost.com

5. http://indah-space.blogspot.com/

 

SOP Fisika

Standard Operating Prosedur (SOP) pada dasarnya adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada dalam suatu organisasi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan , serta penggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi berjalan secara efisien dan efektif, konsisten, standar dan sistematis. Dengan adanya sistem manual standar atau (SOP) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja layanan yang diberikan oleh sekolah/Instansi. Dengan adanya instruksi kerja yang terstandarisasi maka semua kegiatan layanan akan dapat dilakukan secara konsisten oleh siapapun yang sedang bertugas melakukan layanan. Layanan-layanan yang berbelit dan tidak jelas prosedur operasinya akan semakin terminimalisir. Disamping konsistensi layanan hal lain yang akan dihasilkan adalah efisiensi dan efektifitas kerja. Dengan prosedur yang terstandar setiap orang baik pengguna layanan maupun staf yang memberi layanan akan dapat memanfaatkan ataupun melakukan layanan yang semakin hari semakin baik dan semakin cepat karena terjadinya proses pembelajaran yang secara terus menerus terjadi selama proses layanan. Dengan demikin dapat dipastikan melalui SOP ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja layanan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja, maka saya juga membuat contoh SOP membuat perangkat pembelajaran Fisika. Apakah SOP yang saya buat benar? Tentu tidak ! Saya juga masih bingung membuat sesuai yang diharapkan dalam ketentuan pembuatan SOP. Tentunya, kita bisa berkreasi masalah bentuknya, tetap  berpedoman dengan ketentuan.  Misalkan, Nomor SOP, sesuai dengan aturan dinas masing-masing, coba tanyakan  Kepala TU.

Ternyata, semua unit kegiatan dalam menjalankan tugasnya harus sesuai dengan SOP. Wali Kelas, Pembina-pembina semua kegiatan, upacara rutin hari senin pun harus ada SOP-nya, Perpustakaan, Laboratorium, Panitia ujian semester, dll. Bagaimana dengan guru mata pelajaran ? Silahkan buat saja 5 kegiatan

1. SOP PENYIAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GURU

2. SOP PENYAJIAN PEMBELAJARAN

3. SOP MELAKSANAKAN EVALUASI BELAJAR

4. SOP MELAKSANAKAN ANALISIS HASIL EVALUASI BELAJAR

5. SOP PROGRAM PERBAIKKAN DAN PENGAYAAN

Berikut contoh yang bisa di download  SOP Guru Mapel Fisika    (setelah didownload, untuk edit di convert ke word)

Kepmenag Tentang SOP  KEPkemenag no 168 th 2010 SOP

Belajar MenggunakanJangka Sorong dan Mikrometer Sekrup

Rasa penasaran  mengukur secara onlineFisika kelas X di semester ganjil ada materi pengukuran. Misalkan mengukur dengan menggunakan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup. Nampaknya materi ini akan selalu digunakan sampai kelas XII jurusan IPA. Soal-soal UN secara bergantian keluar materi menggunakan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup .

Bagi sekolah yang telah memiliki Lab. Fisika atau hanya alat fisika seperti Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup  dapat membantu siswa mengenalkan dan menggunakan alat tersebut secara nyata. Sehingga para siswa bisa menguasai penggunaan alat tersebut sampai dengan cara membaca skala hasil pengukurannya.

Bagaimana dengan yang belum memiliki alat atau Lab Fisika? Jangan khawatir kalau siswa-siswanya tidak bisa mengerjakan soal  Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup . Ada animasi flash tentang Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup Fisika Gasing  dalam bentuk simulasi sehingga sangat membantu dalam pembelajaran di kelas ataupun dipelajari di rumah dengan komputer yang mereka miliki. Pengoperasiannya cukup sederhana kok. Yang berminat dapat di download dengan klik  dibawah !

Jangka Sorong                  Mikrometer Sekrup

 

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.