Ini Akibat Mencontek

Selamat kepada adik-adik siswa-siswi SMP/MTs , SMA/MA, SMK atau yang sederajat di seluruh Indonesia yang sedang menempuh ujian semester genap tahun ajaran 2013/2014 semoga sukses mendapatkan nilai yang memuaskan.

Untuk mendapatkan nilai yang memuaskan tersebut tentu dengan usaha yang keras, diawali dari mengikuti segala kegiatan belajar dari awal semester. Belajar dengan sungguh-sunggguh sesuai dengan cara masing-masing yang disesuaikan dengan tipe belajarnya. Dalam menghadapi ujian semester yang mengharapkan hasil maksimal tentu tidak dengan mudah, harus rajin, tekun, dan sungguh-sungguh.  Tidak bisa dengan mudah, sistem kejar belajar semalam. Celakanya bagi yang belum siap karena belum belajar sebelumnya dan berniat belajar malam hari menjelag ujian dapat giliran lampu listriknya mati. Apes aku malam ini !

Dengan kejadian tersebut banyak para pelajar belum siap atau memang malas belajar, berniat saat ujian nanti akan minta jawaban temannya, mencontek, dan berbuat curang lainnya. Untuk itu sebelum melakukan tindakan tersebut sebaiknya baca dulu uraian berikut ini, Insya Allah akan bermanfaat.

Syaikh Ibnu Utsaimin dalam suatu majelis beliau ditanya tentang murid yang memberikan contekan ulangan kepada temannya, beliau menjawab :

“Tidak boleh seorang pelajar/mahasiswa berbuat curang ketika ujian, karena kecurangan tersebut termasuk dosa besar berdasarkan hadits Nabi saw : ‘Siapa saja yang menipu kami (berbuat curang) maka dia tidak termasuk bagian dari kami’, karena dengan kcurangannya tersebut dia akan mendapatkan tanda kelulusan (ijazah) padahal dia tidak berhak menerimanya, kemudian dia mendapatkan pekerjaan tertentu di suatu instansi, dimana posisi tersebut tidak diberikan kecuali kepada orang yang punya ijazah (tadi). Kalau seandainya ijazahnyatersebut didapatkan dengan curang, maka dikhawatirkan gaji yang diterimanya menjadi haram (hukumnya) karena dia mengambil gaji tersebut, padahal dia tidak berhak mendapatkannya disebabkan dia tidak mendapatkan nilai (yang ada di ijazahnya) dengan cara yang benar atau lebih tepatnya dikatakan bahwa pada hakekatnya dia belum mendapatkan nilai yang membuat dia layak untuk menduduki jabatan tersebut, maka gaji yang diambilnya termasuk dalam kategori memakan harta dengan cara yang batil.” (Fatawa “Nuurun ala ad darb” Majalah Al Furqon edisi 148)

Apakah masih ada niatan untuk mencontek ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: