Gerhana Bulan Total 15 – 16 Juni 2011 (GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432)

Pemandangan sabit Bulan di langit sore hari telah membesar menuju purnama, Bulan Purnama dijadualkan pada tanggal 16 Juni 2011 jam 03:14 wib, pertanda pertengahan bulan Rajab 1432 H akan segera hadir. Bulan Rajab dikenal dengan adanya peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw, Isra’ perjalanan semalam dari masjidil Haram ke masjid al Aqsha dan diteruskan Mi’raj ke langit tujuh dekat Sidratul Muntaha. Peristiwa itu berlangsung pada

tanggal 27 Rajab. Pada bulan Rajab 1432 H bertepatan dengan musim gerhana, momen untuk melihat mesin alam beratraksi di langit, gerhana Bulan Total. Pada hari Kamis tanggal 16 Juni 2011 dini hari akan berlangsung gerhana Bulan Total, GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432. Pada malam itu akan kita saksikan salah satu atraksi cara mendinginkan karang Bulan pada saat gerhana Bulan Total walau hanya sejam lebih 41 menit.

Gerhana tersebut dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. GBT Juni 2011/GBT Rajab 1432 selain dapat disaksikan di wilayah Indonesia juga di kawasan negera – negara Asean, Jepang, Cina, Australia, India, Pakistan, Banggaladesh, Asia Tengah, Iran, Afganistan, Mekah dan negeri – negeri kawasan Timur Tengah, Afrika, sebagian Amerika Latin dan Eropa. Bagaimana kita merespon fenomena tersebut? Berbagai cara dan budaya manusia akan menyambut kehadiran gerhana Bulan Total tersebut. Kalau dulu kehadiran gerhana banyak dikaitkan dengan tahyul, kini gerhana menjadi konsumsi manusia untuk dimanfaatkan sebagai konsumsi akal dan spiritualitas manusia serta kegiatan budaya lainnya. Gerhana Bulan Total bisa menjadi

obyek fotografi yang menarik dengan menggunakan teleskop kecil dan kamera digital. Sebagai bagian untuk pelajaran sains pengamatan.

Gerhana Bulan tidak berbahaya ditatap oleh mata bugil manusia maupun dengan teleskop dan mudah dicari di langit karena Bulan Purnama merupakan obyek yang paling terang di langit malam. Teropong kecil dapat dimanfaatkan untuk melihat Bulan lebih dekat dan lebih detail, walaupun harus mengatasi silaunya cahaya bulan Purnama.

Peristiwa gerhana itu diawali dengan bagian barat Bulan menyentuh kawasan penumbra pada hari Kamis tanggal 16 Juni 2011 jam 00:25 wib, 57 menit kemudian bagian barat Bulan menyentuh kawasan umbra jam 01:22 wib pertanda gerhana umbra dimulai, sejam kemudian seluruh bundaran Bulan dalam umbra Bumi sebagai tanda gerhana Bulan Total (GBT) dimulai pada jam 02:22 wib. GBT akan berlangsung selama 1 jam 41 menit yaitu antara jam 02:22 wib sampai jam 04:03 wib. Puncak gerhana Bulan Total berlangsung pada jam 03: 13 wib. Bulan kembali keluar dari kawasan umbra Bumi secara perlahan dari jam 04:03 wib hingga bagian timur Bulan meninggalkan Umbra Bumi pada jam 05: 03 wib. Kemudian Bulan meninggalkan

Penumbra pada jam 06:01 wib.

Pada momen puncak GBT 16 juni 2011 jam 03:13 wib, di seluruh Indonesia kedudukan Bulan sudah berada di arah langit Barat dengan tinggi kurang dari 45 derajat. Misalnya di Aceh kedudukan Bulan di langit Barat masih relatif tinggi yaitu 42 derajat, di Yogya tinggi Bulan 36 derajat, di Jayapura tinggi Bulan hanya 6 derajat, di Manado 19 derajat, di Pontianak 33 derajat, di Bandung 38 derajat dan di Jakarta 38 derajat. Gambaran kondisi tersebut perlu untuk mencari lokasi pengamatan yang lapang di dekat horizon barat, kalau kita menghadap ke Barat minimal sekitar 50 derajat di sebelah kiri lokasi terbenam Matahari. Di beberapa tempat di Indonesia seperti di Manado dan Jayapura bulan terbenam dalam keadaan gerhana sehingga momen akhir gerhana Bulan tidak bisa diamati di lokasi tersebut.

Waktu gerhana lewat tengah malam membuat suasana tersendiri, bagi yang berencana menyaksikannya perlu bangun tengah malam, melawan dingin dan kantuk. Momen yang cukup baik bagi yang melaksanakan shalat malam (qiyamul lail), shalat gerhana (khusuf) dan shalat subuh.

Keberadaan Matahari sebagai pelita yang sangat terang member implikasi yang luas. Matahari tidak hanya sebagai sumber energi untuk keperluan hidup manusia, Matahari juga berfungsi untuk mengenali obyek langit dalam tatasurya, mengenali planet, mengenali Bulan, komet, asteroid dsb. Selain itu bola gas pijar raksasa Matahari juga membuat bayang – bayang. Panjang bayang – bayang dapat dipergunakan untuk indicator menentukan waktu bahkan menentukan radius planet Bumi. Ayat al Qur’an mengingatkan dan menegaskan tentang pentingnya bayang – bayang. QS 25 (al Furqan) Ayat 45: Apakah kamu tidak memperhatikan (ciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu. Ayat 46: Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan.

Jarak Bumi – Bulan sekitar 400 kali lebih dekat dari jarak Bumi – Matahari, diameter Bulan 400 kali lebih kecil dari diameter Matahari sehingga Bulan dan Matahari mempunyai diameter sudut yang sama besar di langit. Ukuran diameter sudut yang sama ini bisa juga sebagai isarat peran Bulan dan Matahari sama pentingnya dalam kehidupan manusia. Bulan dan Matahari

mengatur ritme pasang – surut air laut serta arus laut yang belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi. Mendistribusikan panas air laut menstabilkan cuaca. Fenomena yang dibangkitkan oleh sistem Bumi – Bulan dan Matahari yang berulang dipergunakan untuk menyusun calendar sebagai inspirasi bagi manusia. Tak luput juga kehadiran gerhana Bulan, manusia tak bisa mempercepat dan memperlambat kehadiran gerhana, manusia

memanfaatkan untuk melihat indikator kandungan angkasa planit Bumi melalui cahaya Matahari yang dibelokkan ke dalam kerucut umbra Bumi dan direspon Bulan yang sedang dalam kawasan umbra Bumi. Kehadiran gempa dan kehadiran fasa Purnama sering seirama, walaupun belum sepenuhnya dimengerti karena beberapa factor turut andil dalam terjadinya gempa, kehadiran air pasang pada masa gerhana Bulan maupun Matahari bisa difahami dengan gaya pasang surut oleh Bulan dan Matahari yang searah. Mudah – mudahan GBT pertengahan Rajab 1432 itu membawa manfaat bagi kehidupan kita. Masih ada satu gerhana Bulan Total yang bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia berikutnya yaitu GBT pada pertengahan

bulan Muharram 1433 H, pada tanggal 10 Desember 2011. Semoga disampaikan usia kita untuk menyaksikannya.

Lembang, 13 Juni 2011

Dr. Moedji Raharto

Observatorium Bosscha dan Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: