Gedung Runtuh

Sejumlah bangunan di  Jakarta ternyata tak didesain dengan ruang mitigasi bencana yang bisa dimanfaatkan untuk mengevakuasi korban saat terjadi bencana seperti gempa.

Padahal berdasarkan Undang-undang No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap gedung bertingkat atau perkantoran wajib menyediakan ruang mitigasi bencana.

Jika terjadi bencana semisal gempa maka para penghuni di gedung bertingkat akan berlindung dimana ? Jika lari kemana ? Ini pertanyaan yang sulit di jawab. Akhirnya pasrah, menunggu bencana berhenti dan sambil berdo’a mohon perlindungan dari yang Maha Pencipta.

Masyarakat dibuat agak gelisah dengan banyaknya beredar informasi akan datangnya gempa 8,7 SR melanda Jakarta. Sungguh mengerikan jika melihat kejadian seperti gedung runtuh akibat berbagai bencana. Mari kita simak slide berikut.

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah telah membuat UU mengatur tata ruang UU No 26/tahun 2007, tetapi pelaksanaannya agak sulit karena tidak semua pengusaha membuat /menyediakan ruang mitigasi bencana. Jadi perlu ketegasan pemerintah dalam mengawal UU yang telah di lounching tersebut.

Jangan sampai setelah terjadi bencana dan banyak korban baru ribut siapa yang salah dan benar. Tetapi yang diperlukan adalah komitmen bersama untuk melindungi masyarakat dari segala bentuk penyebab bencana. Berikut UU_No26_2007_Tentang_Penataan_Ruang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: