Petir

petirSiang yang cerah, panas dan gerah, itulah yang dirasakan saat pelajaran di sekolah hampir berakhir.  Jam menunjukkan 14.00 wib, secara cepat kondisi berubah menjadi mendung dan tak lama kemudian hujan deras. Bel sekolah segera meraung-raung bak sirine mobil PMK lewat. Jam 14.20 wib jam belajar berakhir, di luar hujan deras disertai angin kencang.

Suasana ramai di sekolah karena saatnya pulang ke rumah usai pelajaran, namun terhalang hujan. Banyak anak-anak bermain air hujan, saling siram air, berbasah-basahan.

Tak lama kemudian teriakan bersahutan saat petir menggelegar.  Makin lama suara menggelegar berulang-ulang begitu dahsyatnya.

Satu lagi kilatan cahaya disertai dentuman     deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrr.

Anak-anak PMR berlarian membawa tandu….ternyata ada yang kaget dan pingsan saat petir menggelegar. Setelah dentuman tadi masih terus terjadi petir berikutnya susul menyusul.

Ternyata setelah hujan reda, listrik pada mati, 1 komputer jebol, vcd player gosong, hub internet juga jebol.

Apa  sih petir itu ? dan gimana cerita terjadinya ?

Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.

Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah diketahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.

Perlindungan terhadap Sambaran Petir

Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian.

Sumber : Wiki baca juga di sini indoforum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: